Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Thursday, September 16, 2010

Kanker - kanker yang Mematikan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, kanker adalah penyebab kematian no. 2 di Amerika setelah penyakit jantung. Kanker mempunyai kekuatan membunuh baik saat didiagnosa dini maupun baru dalam tahap perawatan .
Untuk membantu mengumpulkan dana bagi pengobatan dan perawatan pasien kanker. Stasiun-stasiun televisi seperti ABC, NBC, CBS, televisi kabel dan lain-lain mulai tanggal 10 September 2010 tiap jam 8 malam (waktu Timur Amerika Serikat) menayangkan acara “Stand Up to Cancer” . Acara telethon ini akan menampilkan sejumlah tamu selebriti termasuk George Clooney, Denzel Washington, Renee Zellweger dan Will Smith.


George Clooney




Denzel Washington





Renee Zellweger



Will Smith 


“Stand Up to Cancer” merupakan upaya kolaboratif” untuk menyediakan dana untuk penelitian kanker. Dr Len Lichtenfeld, Deputy Chief Medical Officer American Cancer Society (ACS), mengatakan bahwa ACS tidak akan bergerak leluasa jika ilmu dasar dan klinis tidak didanai. Ilmu dasar mengajarkan tentang mekanisme, bagaimana obat bekerja efektif, mengumpulkan dan memasukkan data dan informasi sebagai database klinik dalam pengobatan kanker.



Meskipun sekarang ada banyak perawatan yang berhasil, obat anti kanker masih dipertanyakan kefektifannya dengan berbagai alasan. Ada lebih dari 100 jenis kanker yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal. Ada berbagai penyebab, mulai dari radiasi bahan kimia untuk virus dan tingkat kontrol setiap manusia yang berbeda terhadap agen penyebab kanker. Dalam beberapa kasus, sel-sel kanker tumbuh secara misterius dan tak terduga. Bahkan setelah perawatan tampaknya efektif, sel-sel kanker masih dapat bersembunyi di dalam tubuh beberapa pasien dan muncul lagi.
Sekitar US $ 200 miliar telah dihabiskan untuk penelitian kanker sejak awal 1970-an, dan tingkat kelangsungan hidup lima tahunan bagi orang yang didiagnosis menderita kanker di AS meningkat dari sekitar 50 persen pada tahun 1970-an menjadi 65 persen pada saat ini.
Menurut data terbaru National Cancer Institute (NCI), antara tahun 2003-2007 ada 10 jenis kanker yang menyebabkan kematian di Amerika Serikat :




1. Kanker Paru-paru dan Bronkial : 792.495 jiwa


kanker paru - paru
 Kanker paru-paru dan bronkial adalah kanker pembunuh nomor satu di Amerika Serikat. Penyebab utamanya adalah merokok dan penggunaan produk tembakau. Kanker ini paling sering menyerang orang yang berusia antara 55-65 tahun. Ada dua jenis utama kanker paru-paru yaitu kanker paru-paru non-sel kecil (paling umum) dan kanker paru-paru sel kecil (menyebar lebih cepat). Pada tahun 2010 diperkirakan lebih dari 157.000 orang akan meninggal karena kanker paru-paru dan bronkial .





2. Kanker Colon dan Rektum : 268.783 jiwa


kanker usus
Menurut National Cancer Institute, kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh beberapa inci dari usus besar dekat anus, . Kebanyakan kasus dimulai dari sel jinak berupa gumpalan kecil atau disebut polip yang dari waktu ke waktu menjadi kanker. Menurut Mayo Clinic, Screening dianjurkan untuk menemukan polip sebelum menjadi kanker. pada tahun 2010 diperkirakan lebih dari 51.000 orang akan meninggal dunia karena Colorectal




3. Kanker Payudara : 206.983 jiwa


kanker payudara
 Menurut Mayo Clinic, Kanker payudara adalah kanker kedua yang paling umum pada wanita di Amerika Serikat setelah kanker kulit. Hal ini juga dapat terjadi pada pria dimana ada hampir 2.000 kasus yang menimpa pria antara tahun 2003-2008. Kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang membawa susu ke puting susu atau kelenjar yang menghasilkan susu pada wanita. Hampir 40.000 orang diperkirakan akan meninggal karena kanker payudara pada tahun 2010.







4. Kanker Pankreas : 162.878 jiwa



kanker pankreas
Kanker pankreas dimulai di jaringan-jaringan pankreas yang membantu pencernaan dan regulasi metabolisme. Deteksi dan intervensi awal sulit karena seringkali perkembangan sel kankernya sulit diduga dan cepat. Kanker pankreas diperkirakan menyebabkan kematian hampir 37.000 jiwa pada tahun 2010,







5. Kanker Prostat : 144.926 jiwa


kanker prostat
 Kanker ini merupakan penyebab utama kedua kematian pada pria, setelah kanker paru-paru dan bronkial. Kanker prostat biasanya mulai tumbuh perlahan-lahan di kelenjar prostat, yang memproduksi air mani untuk mengangkut sperma. Kanker prostat diperkirakan dapat menyebabkan kematian sekitar 32.000 orang pada tahun 2010.





6. Leukemia : 108.740 jiwa



Ada banyak jenis leukemia, tetapi semua mempengaruhi darah terutama jaringan pembentukan tubuh seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. Dan mengakibatkan overproduksi dari sel darah putih yang abnormal. Jenis Leukemia diklasifikasikan berdasarkan seberapa cepat perkembangan selnya dan bagian sel mana yang mempengaruhi. Tipe Leukemia Myelogenous Akut telah membunuh sekitar 41.714 orang antara tahun 2003-2007. Hampir 22.000 orang diperkirakan akan meninggal karena Leukemia pada tahun 2010.





7. Non-Hodgkin Lymphoma : 104.407 jiwa


korban kanker limphoma
Kanker ini mempengaruhi limfosit (sejenis sel darah putih) dan ditandai oleh kelenjar getah bening yang membesar, demam dan penurunan berat badan. Ada beberapa jenis Non-Hodgkin lymphoma, berdasarkan seberapa cepat kanker itu tumbuh dan jenis limfosit yang terkena dampak. Non-Hodgkin lymphoma lebih mematikan daripada Hodgkin Lymphoma sehingga pada tahun 2010 kanker ini menyebabkan kematian lebih dari 20.000 orang.





8. Kanker Hati dan Saluran Empedu Intrahepatic : 79.773 jiwa



kanker hati
Menurut Mayo Clinic, kanker hati adalah salah satu bentuk kanker paling umum yang terjadi di seluruh dunia, tetapi jarang di Amerika Serikat. Namun, penderita kanker ini di Amerika terus meningkat. Sebagian besar kanker hati yang terjadi di AS dimulai di tempat lain dan kemudian menyebar ke hati. kanker hati berkaitan erat terkait dengan kanker saluran empedu intrahepatic, yang terjadi di saluran yang membawa empedu dari liver ke usus kecil. Hampir 19.000 orang Amerika diperkirakan meninggal dunia akibat kanker hati dan saluran empedu intrahepatic pada tahun 2010.





9. Kanker Ovarium : 73.638 jiwa




kanker ovarium
 Kanker ovarium adalah penyebab kematian nomor empat pada wanita antara tahun 2003-2007. Usia rata-rata perempuan didiagnosis terkena kanker ovarium sekitar 63 tahun. Kanker ini lebih mudah untuk diobati tapi sulit dideteksi pada tahap awal. Gejala-gejalanya adalah ketidaknyamanan perut, desakan untuk buang air kecil dan nyeri panggul. Hampir 14.000 wanita diperkirakan meninggal dunia akibat kanker ovarium pada tahun 2010.





10. Kanker Esophageal : 66.659 jiwa


kanker esophagus
Menurut Mayo Clinic, kanker ini dimulai pada sel yang melapisi esofagus (saluran yang membawa makanan dari tenggorokan ke perut) dan biasanya terjadi di bagian bawah kerongkongan. Antara tahun 2003-2007 kanker kerongkongan ini menyebabkan kematian lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan. Menurut NCI, kanker ini diperkirakan dapat menyebabkan kematian sekitar 14.500 orang pada tahun 2010.






Dari : berbagai sumber

Sunday, August 8, 2010

Suka Begadang?Siap - Siap Terkena Kanker Hati

PARA dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena menemukan kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun menderita kanker hati sepanjang 10 cm.

Dokter muda itu ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek, diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati ( Liver Function Index ). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalah pahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis, benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah.


Bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan. Pernah ada seorang pasien, yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan super sound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya sudah termakan habis.


Pasien sangat terperanjat, “ Bagaimana mungkin ? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relatif singkat, dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”


Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan
 “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak di salah pahami oleh masyarakat luas.


Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal,dan berarti tidak ada masalah dengan hati.
Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.


Lebih jelas lagi, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain, sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar.


Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat. Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati.Bagi banyak para penderita radang hati, meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati (liver) mereka, telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.
Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.


Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.



Penyebab utama kerusakan hati adalah :



1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.

2. Tidak buang air besar pada pagi hari.

3. Pola makan yang terlalu berlebihan.

4. Tidak makan pagi.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet,zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
boraks (salah satu bahan berbahaya
yang digunakan untuk mengawetkan makanan)

7. Minyak goreng yang tidak sehat. Maka sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng untuk makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.

minyak goreng oplosan

8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.



Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu, sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.





 pencegahan :

  • Malam hari pkl 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik.
Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi beraktifitas, seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.



  • Malam hari pkl 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

  • Dini hari pkl 01.00 – 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.


  • Dini hari pkl 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebatbagi penderita batuk selam durasi waktu ini.Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.Cukup minum air putih hangat untuk meringankan batuk pada waktu itu.


  • Pagi pkl 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, maka harus buang air besar.



  • Pagi pkl 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil,maka harus makan pagi atau sarapan. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pkl 06.30. Makan pagi sebelum pkl 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pkl 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Mengurangi begadang adalah langkah terbaik untuk meminimalisir dampak buruk yang akan menyerang hati kita,jika  terpaksa harus tidur terlalu larut,maka dengan olahraga yang teratur masih ada harapan besar untuk terhindar dari penyakit ini.Semua hal yang dilakukan secara berlebihan memang tak akan membawa hasil yang baik,atur pola hidup kita agar menjadi seimbang,so keep healthy!
Source : berbagai sumber

Thursday, July 22, 2010

Bahaya Makanan Sampah


Sering nggak kita sadari bahwa dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung zat-zat kimia yang bersifat racun, baik itu sebagai pewarna, penyedap rasa dan dan bahan campuran lain. Za-zat kimia ini berpengaruh terhadap tubuh kita dalam level sel, sehingga kebanyakan kita akan mengetahui dampaknya dalam waktu yang lama.

Dampak negatif yang bisa terjadi adalah dapat memicu kanker, kelainan genetik, cacat bawaan ketika lahir, dan lain-lain.

Tidak ada cara untuk menghindar 100% dari bahan-bahan kimia itu dalam kehidupan kita sehari-hari, yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan penggunaannya sehingga tidak melewati ambang batas yang disarankan. Karena selain banyak tersedia di pasaran, bahan-bahan tersebut juga harganya relatif sangat murah.500 rupiah udah dapet paket snack gurih,lezat,nikmat dan membahayakan,mau?

Berikut adalah contoh bahan - bahan yang bersifat racun yang sering kita jumpai namun tidak kita sadari dalam kehidupan sehari-hari :


1. Sakarin ( Saccharin )

Sakarin adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis, kira-kira 550 kali lebih manis dari pada gula biasa. Oleh karena itu ia sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.

Tikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih ( dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup ).

Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki.

Food and Drug Administation ( FDA ) Amerika menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya.



2. Siklamat ( Cyclamate )

Siklamat adalah bubuk kristal putih, tidak berbau dan kira-kira 30 kali lebih mains dari pada gula tebu ( dengan kadar siklamat kira-kira 0,17% ). Bilamana kadar larutan dinaikkan sampai dengan 0,5%, maka akan terasa getir dan pahit.

Siklamat dengan kadar 200 mg per ml dalam medium biakan sel leukosit dan monolayer manusia ( in vitro ) dapat mengakibatkan kromosom sel-sel tersebut pecah. Tetapi hewan percobaan yang diberi sikiamat dalam jangka lama tidak menunjukkan pertumbuhan ganda.

Di Inggris penggunaan siklamat untuk makanan dan minuman sudah dilarang, demikian pula di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat.



3. Nitrosamin

Sodium nitrit adalah bahan kristal yang tak berwama atau sedikit semu kuning. Ia dapat berbentuk sebagai bubuk, butir-butir atau bongkahan dan tidak berbau. Garam ini sangat digemari, antara lain untuk mempertahankan warna asli daging serta memberikan aroma yang khas seperti sosis, keju, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain.

Untuk pembuatan keju dianjurkan supaya kandungan sodium nitrit tidak melampaui 50 ppm, sedangkan untuk bahan pengawet daging dan pemberi aroma yang khas bervariasi antara 150 – 500 ppm.

Sodium nitrit adalah precursor dari nitrosamines, dan nitrosammes sudah dibuktikan bersifat karsinogenik pada berbagai jenis hewan percobaan. Oleh karena itu, pemakaian sodium nitrit harus hati-hati dan tidak boleh melampaui 500 ppm.

Makanan bayi sama sekali dilarang mengandung sodium nitrit.


4. Zat Pewarna Sintetis

Dari hasil pengamatan di pasar-pasar ditemukan 5 zat pewarna sintetis yang paling banyak digemari di Indonesia adalah warna merah, kuning, jingga, hijau dan coklat.

Dua dari lima zat pewarna tersebut, yaitu merah dan kuning adalah Rhodamine-B dan metanil yellow. Kedua zat pewarna ini termasuk golongan zat pewarna industri untuk mewarnai kertas, tekstil, cat, kulit dsb. dan bukan untuk makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kedua zat warna tersebut kepada tikus dan mencit mengakibatkan limfoma.

Selain itu, boraks, juga merupakan zat pewarna favorit yang sering digunakan oleh produsen makanan.



5. Monosodium Glutamat (MSG)

Monosodium glutamat ( MSG ) atau vetsin adalah penyedap masakan dan sangat populer di kalangan para ibu rumahtangga, warung nasi dan rumah makan. Hampir setiap jenis makanan masa kini dari mulai camilan untuk anak-anak seperti chiki dan sejenisnya, mie bakso, masakan cina sampai makanan tradisional sayur asam, lodeh dan bahkan sebagian masakan padang sudah dibubuhi MSG atau vetsin.

Pada hewaan percobaan, MSG dapat menyebabkan degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, degenerasi dan nekrosis sel-sel syaraf lapisan dalam retina, menyebabkan mutasi sel, mengakibatkan kanker kolon dan hati, kanker ginjal, kanker otak dan merusak jaringan lemak.



Kandungan gizi makanan, seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan lainnya memang bisa membuat badan sehat dan pintar. Tapi nggak semua makanan bisa bikin pintar, yang ‘membodohi’ juga banyak. Masa?Makanan ini adalah makanan yang mengandung zat-zat tertentu yang membahayakan kesehatan tubuh dan mempunyai efek samping membahayakan, bahkan bisa bikin bego yang memakannya. Nah lho! Serem banget kan?

Sebenarnya makanan ‘sampah’ ini dijual bebas. Kadang kita tidak menyadari makanan mana saja yang bisa membuat bego. Soalnya makanan ‘sampah’ itu enak dan bikin ketagihan. Itulah ciri khasnya.

Banyak bukti – bukti yang dirasakan langsung oleh para penggemar makanan sampah ini,selain daya ingat menurun,konsentrasi yang sejatinya dibutuhkan manusia untuk berpikir dengan focus pun kena dampaknya.Bisa di bayangin kalo pas ulangan kita nggak bias mengingat pelajaran yang udah guru terangin,waaah bias berabe tuh…


Mengapa snack-snack seperti itu diklaim bisa membuat bego? Ada kandungan pengawet, perasa buatan, pewarna buatan, pemanis buatan, dan pe-pe-pe lainnya dalam makanan-makanan tersebut. Yang buatan-buatan itulah rata-rata yang menggunakan zat kimia. Kadang zat kimia yang digunakan tidak sesuai untuk manusia. Bahkan sampai menggunakan formalin dan boraks.Lho?kan itu buat ngawetin mayat,kok malah dikonsumsi.Kasihan dong organ tubuh kita.Terutama otak,biasanya organ ini yang diserang lebih dulu.

Selain itu, beberapa kandungan gizi makanan mungkin dinyatakan aman untuk dikonsumsi manusia. Namun, kandungan tersebut akan berbahaya ketika kadarnya berlebih dalam tubuh manusia. Lagipula, ada sebagian orang tergolong dalam tipe ‘lemah’, maksudnya rentan terhadap kandungan pengawet dan sekutunya itu. Ada yang baru makan satu kantong saja sudah pusing setengah mati. Namun, ada pula yang makan berkantong-kantong setiap harinya, tapi baik-baik saja.Dampak paling ringannya bisa dibilang timbul jerawat di permukaan kulit,dan yang paling beratnya ya kematian.





Bahaya di Masa Mendatang

Dari beberapa contoh bahan kimia beracun yang sehari-hari dipergunakan sebagai zat tambahan dalam makanan dan dipakai secara meluas di kalangan masyarakat, maka bahaya dalam jangka panjang sudah dapat perkirakan. Untuk mencegah hal ini, pemerintah harus sudah berani melakukan tindakan preventif mulai sekarang dan jangan menunggu-nunggu kalau sudah ada korban.

Hal lain yang perlu diingatkan, cara pemakaian MSG atau vetsin yang sudah sangat meluas dan berlebihan pada saat ini perlu mendapat perhatian khusus, karena MSG sangat mutagenik dan karsinogenik, khusus terhadap hati, kolon, ginjal, otak dan lain-lain.

Ini cerita nyata lho,tetangga aku yang doyan ngasih MSG dalam setiap masakannya,tahun kemarin positif terkena kanker payudara stadium 4,beberapa bulan kemudian,beliau meninggal.Dan hal inilah yang memicu aku untuk sharing sama temen - temen.Nyawa cuma satu,jangan disia - siakan begitu aja karena ketidak tahuan kita dong.

Tuesday, May 11, 2010

Tato Henna yang Dicampur Benzena Dapat Memicu Leukemia

Tato Henna yang Dicampur Benzena Dapat Memicu Leukemia

Membuat tato dengan henna sangat populer dikalangan masyarakat Asia dan Timur Tengah. Namun peneliti mengungkapkan adanya kaitan antara tato henna dengan leukimia.


Para peneliti di Timur Tengah menemukan kasus leukemia lebih tinggi terjadi pada perempuan lokal. Hasil penelitian menemukan kebiasaan masyarakat lokal untuk menggunakan henna sebagai salah satu hiasan kulit yang menjadi pemicunya.Peneliti percaya bukan henna itu sendiri yang bermasalah, tapi senyawa yang digunakan sebagai pelarut bubuk henna yang berbahaya.

Diketahui masyarakat menggunakan larutan benzena (zat kimia untuk pelarut) yang sudah diketahui menyebabkan kanker. Senyawa ini telah dilarang penggunaannya di berbagai negara, meski demikian masih ada yang menggunakannya.

"Sebagian besar perempuan di Uni Emirat Arab secara rutin menggunakan henna untuk mewarnai kuku, tangan, kaki dan untuk menghias sebagian besar kulit lengan dan kaki dengan alasan sebagai kosmetik," ujar tim dari rumah sakit United Arab Emirates yang diterbitkan dalam jurnal Leukaemia and Lymphoma, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (11/5/2010).

Tim ini juga mengungkapkan penggunaan henna harus dibatasi bagi perempuan lokal yang sering menggunakannya. Karena benzena atau bahan kimia lain yang ditambahkan dalam henna bisa menjadi faktor risiko yang paling memungkinkan. Beberapa salon terkadang menambahkan zat aditif kimia lainnya untuk memperbaiki warna yang timbul dari henna.

Dalam salah satu jurnal penelitian ditemukan bahwa sekitar 93 persen penderita kanker darah jenis leukemia myeloid akut adalah kaum perempuan dibandingkan laki-laki di negara Uni Emirat Arab. Perempuan lokal yang terkena kanker ini 63 persen lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan asing.

Henna sangat populer karena dianggap sebagai produk yang alami, tapi pada praktikknya terkadang henna ini dicampurkan dengan senyawa kimia lain. Para ilmuwan sudah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa produk kecantikan tertentu kemungkinan mengandung senyawa aditif yang berkaitan dengan kanker.

Di negara-negara teluk Timur Tengah, penggunaan henna dipandang sebagai salah satu bentuk seni kosmetik. Tapi pemerintah daerah mengakui bahwa beberapa klinik sering menggunakan pasta henna yang telah dicampur dengan benzena atau senyawa aditif lainnya.

"Benzena sudah terkenal sebagai karsinogenik (zat penyebab kanker), senyawa ini memang biasa digunakan sebagai pelarut. Sebenarnya jika digunakan dalam industri cat, ada peraturan kesehatan yang ketat tentang penggunaannya," ujar Dr Sherief Islam, salah satu penulis penelitian.


source : Health.Detik[dot]Com

Thursday, April 15, 2010

Martina Navratilova Fighting Breast Cancer

Martina Navratilova has been diagnosed with breast cancer, she announced on "Good Morning America" today. The day she received her diagnosis was her "personal 9/11," Navratilova told "GMA" anchor Robin Roberts. "I was devastated."

In February, the tennis legend was diagnosed with an aggressive form of ductal carcinoma in situ (DCIS), considered the earliest form of breast cancer. Navratilova said she had a lumpectomy three weeks ago, during which her doctors determined that the cancer had not spread to her lymph nodes. She says there is only a "very small chance of it coming back."

"It is just in that one breast," she said. "I'm okay and I'll make a full recovery."


source : abc news

Monday, April 12, 2010

What is Endometrial Cancer?

Dixie Carter died of endometrial cancer. What is endometrial cancer? The definition of endometrial cancer according to the National Cancer Institute is cancer of the uterus’ lining.

“Definition of endometrial cancer: Cancer that forms in the tissue lining the uterus (the small, hollow, pear-shaped organ in a woman’s pelvis in which a fetus develops). Most endometrial cancers are adenocarcinomas (cancers that begin in cells that make and release mucus and other fluids).”

The total number of estimated new cases and deaths from endometrial (uterine corpus) cancer in the United States in 2009 were 42,160. Of those cases, roughly 17% of patients died, a total 7,780 deaths that year.

The New York Times said the following of Carter’s cancer:

“Dixie Carter, an accomplished actress who gave strong, opinionated Southern women a good name in the television series “Designing Women” in the 1980s and 1990s, and later enjoyed success as a cabaret singer, died on Saturday in a Houston hospital. She was 70 and lived in Beverly Hills, Calif. Her death was announced by her husband, the actor Hal Holbrook, who said that the cause was complications of endometrial cancer.”


source : news.lalate

Friday, April 9, 2010

Salty Diet Tied to Stomach Cancer in Korean Study

NEW YORK - A salty diet may increase the risk of stomach cancer by 10 percent, South Korean researchers found in a study of more than 2 million people.

They found a "weak but positive" association between a preference for salt and an increased risk of stomach cancer.

Although the mechanisms by which salt may be involved in the development of stomach cancer remain unclear, "restricting salt intake is thought to be beneficial for preventing gastric cancer," Jeongseon Kim and colleagues from the National Cancer Center Research Institute in Goyang-si, South Korea, note in the American Journal of Clinical Nutrition.

Stomach cancer (or gastric cancer) is a major cancer in much of the world but not the United States. While gastric cancer is declining, it is still the most common cancer in Korea. Past studies have yielded conflicting results as to whether a salty diet causes gastric cancer, though most found an association between salt use and gastric cancer.

Kim and colleagues assessed the effect of salt preference in relation to gastric cancer in more than 2.2 million South Korean adults aged 30 to 80 years old. All of them provided information on diet and lifestyle and had health checkups between 1996 and 1997.

According to the Korea Central Cancer Registry, over the course of 7 years, 9,620 men and 2,773 women developed stomach cancer. According to Kim and colleagues, people who preferred salty diets had a 10 percent increased risk of developing gastric cancer.

Dr. Al B. Benson III, a gastric cancer specialist from Northwestern University's Feinberg School of Medicine in Chicago, who was not involved in the study, said while the Korean findings are not definitive, they do support the long-suspected association between salt intake and gastric cancer.


He said how salt is consumed may be important. For example, he cited a Japanese study that found that sodium in the form of table salt posed risks for heart disease but not cancer, while salted foods, such as processed fish, were associated with cancer and not cardiovascular disease.




"The implication is that in areas where salt is used as a way to preserve foods, such as pickling, there is a higher risk," Benson explained. "This link would make sense for Asian countries and Eastern Europe, including Russia in particular, where salting of foods has been a mainstay of the diet."

Benson also noted that incidence of gastric cancer, while higher than in the United States, has been declining in Korea, due largely to changes in the diet and also in food preservation of methods, especially the use of refrigeration.

The same sort of decline in gastric cancer occurred in the United States decades ago.

"Gastric cancer was the leading cause of cancer death in the United States in the 1930s, but rates have dropped over time, probably due to a number of factors," including declining rates of infection with Helicobacter pylori (a bacterium responsible for ulcers and stomach inflammation)," Dr. Eric Jacobs, of the American Cancer Society in Atlanta, who was not involved in the study, noted in an email to Reuters Health.


Related Post :
oral cancer
green light laser prostate cancer
multivitamin tak mampu cegah kanker
membunuh sel kanker payudara

Wednesday, March 31, 2010

Oral Cancer

Oral Cancer

Cancer is defined as the uncontrolled growth of cells that attack and damage the surrounding tissues. Oral cancer growth or injury arising out of the mouth that does not disappear. Oral cancer includes cancer lips, tongue, cheek, floor of the mouth, soft palate and hard, sinuses, and pharynx (throat), can be life threatening if not diagnosed and treated early.

Risk factor for oral cancer, among others:
* Smoking
* Menginang
* Excessive alcohol consumption
* History of oral cancer in the family
* Affected by excessive sunlight.

Symptom
* Swelling
* Bleeding is not clear why in the mouth
* The pain / pain in the face, mouth and neck.
* Kesulitasn chewing, swallowing, and speaking
* Chronic hoarseness

Treatment
Choice of treatment depends mainly on public health, where the cancer starts in the mouth or oropharynx, tumor size, and whether the cancer has spread. The doctor can describe treatment choices and the expected results.

Thursday, March 25, 2010

Multivitamin Tak Mampu Cegah Kanker dan Penyakit Jantung

PENELITIAN terbesar atas pengunaan multivitamin pada perempuan usia lanjut membuktikan bahwa pil-pil tersebut tidak berarti apa-apa dalam pencegahan kanker pada umumnya atau penyakit jantung.

Penelitian selama delapan tahun pada 161.808 wanita postmenopause ( usia 50-an ) ini juga mengecewakan para pria yang gemar mengonsumsi vitamin.

Jutaan warga Amerika diberitakan telah menghabiskan miliaran dollar untuk membeli vitamin demi meningkatkan kesehatan mereka. Ini karena penelitian yang memfokuskan diri pada kanker dan penyakit jantung membuktikan konsumsi makanan kaya vitamin dapat melindungi mereka dari penyakit-penyakit itu. Namun, bukti itu bukan hendak menyatakan bahwa pil-pil vitamin (supelemen) itu merupakan pengganti yang terbaik.

Marian Neuhouser, peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle memberikan nasihat, "Dapatkan vitamin dan mineral dari makanan. Makanan lebih baik daripada suplemen," tegas Neuhouser.

Dr JoAnn Manson yang juga ikut menulis hasil penelitian ini di Archives of Internal Medicine edisi Senin menyatakan, riset ini bukan berarti hendak bilang bahwa multivitamin tidak berguna sama sekali.

Satu hal yang perlu diingat, data-data ini sifatnya observasional, bukan hasil penelitian ilmiah ketat. Lagipula, tak jelas apakah konsumsi vitamin bisa mencegah kanker yang sudah ada bertahun-tahun, jelas Manson dari Rumah Sakit Harvard Brigham and Women.

Dia menyatakan, multivitamin mungkin masih berguna "sebagai salah satu bentuk asuransi" bagi mereka yang pola makannya tak sehat.

Eric Jacob, seorang epidemiologis dari American Cancer Society menyatakan kalau suplementasi vitamin memang tidak dianjurkan, gantinya Anda harus mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari dan membatasi konsumsi daging merah.


Source : berbagai sumber

Tuesday, March 23, 2010

Membunuh Sel Kanker Payudara dengan Bola Es

Detroit, Terapi pengobatan baru untuk kanker payudara ditemukan. Metode ini menghancurkan kanker payudara dengan cara mengepungnya dengan menggunakan bola es. Terapi ini bisa menjadi pengobatan yang aman tanpa melalui operasi.

Teknik terapi ini disebut dengan cryotherapy dan sudah digunakan sebelumnya untuk mengobati kanker prostat. Terapi ini menggunakan beberapa jarum seperti cryoprobes yang dimasukkan ke daerah tumor serta mengalirkan gas yang super dingin untuk masuk ke dalam tumor tersebut. Es bola yang terbentuk ini secara cepat mengelilingi sel-sel kanker dan membunuhnya.

Terapi pembekuan ini telah diujicobakan sebelumnya untuk kanker payudara, tapi metode ini tengah dikembangkan untuk pertama kalinya dalam hal meminimalkan invasif sehingga tidak memerlukan pembedahan.

Tapi para ahli kanker memperingatkan mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadikan teknik ini sebagai terapi yang umum.
Selama ini pengobatan untuk kanker payudara adalah melalui operasi yang menawarkan kesempatan paling baik untuk sembuh. Tapi mengambil salah satu payudara atau memotong jaringan ganas dapat memiliki dampak psikologis yang mendalam bagi pasien.

Selain itu pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi juga memiliki kelemahan
yang serius dalam bentuk komplikasi dan efek samping. Karena itu kemungkinan ada minat yang besar dari pasien untuk menggunakan terapi pembekuan sebagai salah satu pilihan kesembuhan.

"Pengobatan cryoteraphy minimal-invasif membuka jalan sebagai pengobatan baru yang potensial untuk kanker payudara dan diperlukan pengujian lebih lanjut," ujar ketua peneliti Dr Petrus Littrup dari Barbara Ann Karmanos Cancer Institute di Detroit, AS, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (19/3/2010).

Dr Littrup menambahkan ketika digunakan sebagai kontrol lokal atau sebagai potensi pengobatan kanker payudara, terapi ini diberikan secara aman dan efektif dengan sedikit rasa tak nyaman bagi beberapa perempuan yang menolak pembedahan.

"Ini adalah studi pertama yang melaporkan keberhasilan terapi pembekuan kanker payudara tanpa harus menjalani operasi setelahnya dan hal ini membuktikan bahwa terapi ini benar-benar diperlukan. Terapi pembekuan untuk kanker payudara bukanlah hal yang baru, tapi perkembangannya sangat lambat," tambahnya.

Selama prosedur ini, dokter akan dipandu dengan menggunakan alat USG (ultrasonografi) atau CT-scan (computerised tomography) sinar X. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society of Interventional Radiology di Tampa, Florida.

(ver/ir)

Wednesday, March 17, 2010

Green Light Laser Prostate Cancer Treatment

Green Light Laser Prostate Cancer Treatment

For all men, once we reach the age of 40, the risk of Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), more commonly referred to as the enlargement of the prostate gland, increases. -- As much as we would like to dismiss the reality, we cannot. We can, however, have hope due to the incredible advancements in BPH treatment such as Green Light Laser Prostate treatment (sometimes referred to as PVP, or photovaporization of the prostate).

With this new and highly-effective method of treating BPH, men worldwide can now enjoy a much more-effective treatment than previous laser methods. In addition, Green Light Laser Prostate treatment carries fewer risks and complications than previously-used BPH treatments.

The focus of this article will highlight these three powerful benefits in closer detail; thus shedding new light on an age-old condition.

A More-Effective Treatment:

When compared to other laser-based BPH treatments, such as Interstitial laser therapy (Indigo) and Holmium laser therapy (Lumenis), PVP treatment is much more effective due to the increased power of the laser being used (120 watts).

This increase in power allows surgeons to literally vaporize the excess prostate tissue obstructing the bladder.

Lower-powered lasers are not as effective at removing as much of the enlarged prostate tissues and are therefore less effective.

Fewer Risks than Other Treatments:

Another reason to opt for Green Light Laser Prostate treatment is that it brings with it far fewer risks often associated with other forms of treatment.

By using the laser technology, risks such as intra-operative and post-operative bleeding, having to use a catheter for more than 24 hours, and post-operative bladder-neck contraction are virtually eliminated.

Most of the above-mentioned surgical risks are commonly associated with other forms of BPH treatment such as microwave and TURP treatments.

Fewer Complications and Side Effects than Other Treatments:

In addition to having fewer overall surgical risks, PVP treatment has also been noted to have much fewer post-operative complications and side effects.

Some of the most common complications attributed to other forms of BPH treatment are longer hospital stays (1-3 days in most cases); retrograde ejaculation, erectile dysfunction, and incontinence have been witnessed to a much lesser degree with PVP treatment.

For example, most PVP patients spend less than 1 day in the hospital, and even though some the above-mentioned complications can occur, they are the lesser rather than the norm.

In Conclusion:

It's often been said that every man will experience BPH at some point in life. The question remains, however, on what type of treatment each will choose.

The facts are in. And Green Light Laser Prostate treatment is the most advanced, effective, and offers the least amount of risk of all other BPH treatments.


Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Eddy_Mee_Siong

Friday, February 19, 2010

Kanker Leher Rahim

Hampir semua kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi human papiloma virus ( HPV ).Infeksi human papiloma virus adalah sesuatu yang sangat mudah terjadi.Diperkirakan tiga per empat dari jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seks,laki - laki maupun perempuan,mengalaminya.

Tidak jauh berbeda dengan flu,kebanyakan infeksi HPV dapat sembuh sendiri,sehingga penderita tidak pernah menyadarinya.Hanya sebagian kecil infeksi HPV yang menjadi infeksi menahun,kemudian berkembang menjadi kanker.

Bintil - bintil di kulit yang bentuknya menggelembung seperti bunga kol merupakan salah satu jejak serangan human papiloma virus.Virus human papiloma jenisnya lebih dari 100 macam.Yang masing - masing diberi nomor untuk membedakan jenis satu dengan jenis lainnya.60 jenis di antaranya menyebabkan kutil - kutil kulit yang tidak berbahaya.

Sisanya merupakan HPV tipe mukosal,yaitu hanya menyerang selaput - selaput lendir seperti yang terdapat pada mulut,kerongkongan,ujung penis,vagina,leher rahim,dan dubur.Tipe mukosal disebut juga HPV genital,karena yang paling sering diserang adalah area kelamin.

kanker serviks
Ada yang menimbulkan kutil di vagina atau penis,yang lazim disebut dengan penyakit jengger ayam ( HPV tipe 6 dan 11,tetapi ini tidak akan menjadi kanker ).

Yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV genital tipe 16,18,31,35,39,45,51,52,dan 58.Lebih dari 70 persen kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.Selain menyebabkan kanker leher rahim ( serviks ),HPV juga dapat menyebabkan kanker anus,vagina vulva,penis bahkan kanker kerongkongan.

Virus ini menular terutama melalui hubungan seksual termasuk anal seks,oral seks dan hand sex.Sebagian besar diantaranya terinfeksi pada usia 15 hingga 30 tahun,yakni dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama.

Orang yang terinfeksi HPV genital biasanya tidak tahu bahwa ia terinfeksi,karena infeksi ini tidak menimbulkan gejala sama sekali ( kecuali yang menimbulkan jengger ayam atau sudah tahapan lanjut ) dan sistem kekebalan tubuh segera menyerang supaya virus ini mati atau lemah sehingga tidak aktif lagi.

Sampai sekarang infeksi human papiloma virus belum dapat diobati tetapi sistem pertahanan tubuh yang baik dapat menyembuhkan 90 percen diantaranya dalam waktu dua tahun.Sisanya tetap aktif atau ada tetapi tidak aktif.Virus yang tidak aktif ini masih dapat menular ke orang lain,sewaktu - waktu aktif lagi ( kalau daya tahan tubuh menurun ) atau mengubah sel leher rahim menjadi sel pra kanker,yang bertahun - tahun kemudian dapat menjadi kanker.


kanker serviks pembunuh wanita


GEJALA

*) Keputihan dari yang ringan sampai berat ( keputihan berwarna kekuning - kuningan,bau tidak sedap disertai gatal )

*) Sering terjadi kram pada perut bagian bawah

*) Sering merasakan nyeri tulang panggul dan sekitar pinggang

*) Saat menstruasi sering merasakan sakit luar biasa dan dengan siklus yang agak lama dan volume darah lebih banyak

*) Sakit saat berhubungan seksual

*) Mengeluarkan bercak darah sehabis bersenggama

*) Menstruasi di luar siklus bulanan

*) Perubahan bentuk dan tekstur pada tampilan vagina bagian luar

*) Pendarahan sesudah menopause

kanker serviks mengerikan

PENCEGAHAN


Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Kita dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

• Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.

• Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.

• Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.

• Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.

• Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.

• Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.

• Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.

• Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.

• Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.


Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali,yaitu pada bulan ke nol,satu dan enam.Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 dibanding berusi 15 - 25 tahun.


Source : berbagai sumber

Sunday, February 7, 2010

Kanker

Definisi Kanker

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya ( invasive ) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.


Beberapa jenis kanker

kanker lidah
kanker paru - paru
kanker payudara
kanker perut
kanker serviks
kanker usus


Perbedaan Tumor dan Kanker



Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, tidak terlalu berbahaya, dan tidak menyebar ke luar jaringan. Sedangkan tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali dan merusak jaringan lainnya




PENYEBAB

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sel abnormal di dalam tubuh, diantaranya adalah :




Faktor genetik : Seseorang yang memiliki riwayat (keturunan) penyakit kanker mempunyai risiko lebih besar terkena penyakit ini, dibanding seseorang yang tidak memiliki riwayat.



Faktor kekebalan ( imunistas ) : Di dalam tubuh yang sehat sistem kekebalannya mampu mengenali sel asing dan memusnahkannya. Tetapi jika sistem imunitas di dalam tubuh memiliki masalah, maka akan mempengaruhi pengenalan terhadap sel asing, sehingga sel tumor akan berkembang dan tumbuh dengan bebas.



Faktor makanan : Menurut penelitian, 80-90% penyebab berbagai kanker berkaitan dengan makanan. Beberapa makanan jika dikonsumsi secara berlebih dapat menjadi pencetus munculnya sel kanker. Misalnya, makanan yang diasap, makanan yang diasinkan atau diacar, makanan yang diawetkan, dan makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimia lainnya ( zat pewarna dan perasa buatan )

Kanker terjadi jika ada perubahan dalam gen - gen yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan dan perbaikan sel.Perubahan ini akibat interaksi antara faktor genetik internal dan faktor - faktor luar yang dapat dikategorikan sebagai :


a) Karsinogen fisik seperti radiasi ultraviolet ( UV ) dan radiasi ionisasi.


b) Karsinogem kimia seperti asbes dan asap tembakau.


c) Karsinogen biologi seperti infeksi virus ( hepatitis B dengan kanker hati),( human papiloma virus dengan kanker leher rahim ),bakteri ( helicobakter pylori dengan kanker lambung ),parasit ( schistosomiasis dengan kanker kandung kemih ).


d) Alkohol


e) Kontaminasi makanan oleh mycotoxin seperti aflatoxin ( hasil dari jamur aspergillus ) dapat menyebabkan kanker hati.


f) Pola makan yang tidak sehat


g) Merokok menyebabkan berbagai jenis kanker,seperti : paru - paru,larynx,esofagus,lambung,kandung kemih,dan rongga mulut.




TANDA PERINGATAN KANKER


1) Terdapat luka yang sukar sembuh

2) Benjolan atau penebalan di payudara atau tempat lain

3) Pendarahan atau keluarnya lendir yang tidak normal

4) Perubahan pada tahi lalat atau kutil

5) Perubahan kebiasaan buang air besar

6) Kesulitan pencernaan atau sulit menelan yang tidak kunjung sembuh

7) Suara serak atau batuk yang lama

8) Munculnya kerusakan pendengaran dengan suara berdengung yang terus menerus di telinga yang sama




TINDAKAN MEMINIMALKAN RESIKO KANKER




Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal,lindungi tubuh dari sinar matahari,mendapat imunisasi Hepatitis B dan HPV dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.



Terapi Mental

Hal - hal yang dapat dilakukan dalam hal terapi mental untuk penderita kanker adalah :

  • Mengelola stress
  • Menyadari adanya stress
  • Dukungan moral pada pasien kanker
  • Tetap aktif dan bergembira
  • Berempati (mamahami beratnya beban mental yang dialami penderita untuk mendukung pemulihan kanker)
  • Optimis dalam menjalankan hidup
  • Buanglah dendam dan kebencian
  • Terapi doa (mendekatkan diri kapada Tuhan)
Source : berbagai sumber

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons