Thursday, July 15, 2010

Bayi Prematur







Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20 - 36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram ( 2,5 kg ). Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ - organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah :

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.

- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.

- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.

- Kegagalan pertumbuhan janin.

- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.

- Cairan ketuban terlalu sedikit

- Kelahiran kembar

- Bentuk rahim tidak normal

- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya





Yang Harus Dilakukan

Anda mungkin bisa mencegah terjadinya kelahiran prematur jika mengetahui gejala dan tanda-tandanya :

- Kontraksi yang terjadi secara teratur
- Adanya flek atau pendarahan pada vagina,juga terdapat lendir yang cukup banyak.
- Sakit perut seperti ketika sedang menstruasi
- Sakit pada bagian punggung.
- Keputihan. Ada kemungkinan ini sesungguhnya bukan keputihan, melainkan ketuban yang pecah
- Terasa ada tekanan di bagian tulang panggul, karena bayi mulai mendorong ke bawah.

Gejala dan tanda-tanda tersebut sebaiknya di waspadai jika timbul di usia kehamilan lima bulan.Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, tapi belum mengalami ketuban pecah, segaralah istirahat dan fokus dengan apa yang Anda rasakan. Jika perut Anda terasa kencang, dan terjadi sedikitnya enam kali dalam sejam, segera hubungi dokter atau pergilah ke rumah sakit terdekat. Jika terjadi kontraksi, namun waktunya tidak teratur dan kurang dari enam kali dalam satu jam, berbaringlah dengan posisi miring ke sebelah kiri. Minumlah juga segelas atau dua gelas air putih. Hal ini akan membantu sirkulasi darah yang menuju ke uterus dan menghentikan kontraksi.



Anda berisiko tinggi melahirkan prematur jika :

- Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya
- Tengah hamil kembar ( dua atau lebih )
- Hamil di usia muda ( di bawah 17 tahun) atau usia tua ( di atas 35 tahun )
- Mengalami pendarahan di trimester ke dua atau ke tiga.
- Merokok atau menggunakan narkoba ( terutama kokain ) selama masa kehamilan.
- Baru saja melahirkan dalam jangka waktu 18 bulan.

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya sehingga dapat diketahui adanya kelainan. "Kelahiran prematur bisa dicegah dengan cara meningkatkan status kesehatan ibu," kata Pereira dalam peluncuran Kampanye Peduli Bayi Prematur di Jakarta.

Adapun Tips Merawat Bayi yang Terlahir premature,dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Beri bayi pakaian, topi , popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu
2. Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk , kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.
3. Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu , dan bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.
4. Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi , dapat digunakan handuk atau kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.
5. Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk , jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.
6. Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan oleh ayah atau orang lain.
7. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pamberian ASI, dan kebersihan ibu dan bayi.
Untuk para ibu ,jangan pernah berkecil hati apalagi putus asa,karena cukup banyak bayi – bayi yang terlahir dengan kondisi seperti ini justru memiliki kecerdasaan otak melebihi bayi yang lahir pada waktunya.

.

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons