Sunday, July 25, 2010

Apa Itu Meningitis?



Meningitis adalah penyakit radang selaput otak. Penyakit ini terjadi pada meninges, yaitu selaput ( membrane ) yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis itu dapat disebabkan oleh berbagai organisme seperti virus, bakteri, ataupun jamur yang menyebar masuk ke dalam darah dan berpindah ke dalam cairan otak.

Banyak ahli kesehatan berpendapat penyebab penyakit meningitis adalah virus yang umumnya tidak berbahaya dan akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Tapi,meningitis lain lagi dengan meningitis yang disebabkan oleh bakteri,justru bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian.Serem yah,sedangkan meningitis yang disebabkan oleh jamur sangat jarang. Jenis ini umumnya diderita oleh orang yang daya tahan tubuhnya menurun seperti pada penderita HIV/AIDS.

Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis di antaranya Streptococcus pneumoniae ( pneumonoccus ). Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi atau anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung ( sinus ). Bakteri lainnya adalah jenis Neisseria meningitidis ( meningococcus ). Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumenie. Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk ke dalam peredaran darah.
Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, berbagi makan atau sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya.

Memang penularan meningitis kerap terjadi, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji. Di Afrika sendiri,penyakit membahayakan ini terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Daerah ini ditinggali kurang lebih 300 juta manusia. Pada 1996 terjadi wabah meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit ini dengan 25.000 meninggal dunia. Dalam pelaksanaan ibadah haji, pada tahun 2000, sebanyak 14 orang jamaah haji Indonesia tertular penyakit ini. Sebanyak 6 orang dari 14 penderita meningitis tersebut meninggal di Arab Saudi. Angka tersebut bertambah pada tahun 2001 menjadi 18 penderita dan enam di antaranya meninggal di Arab Saudi.





Vaksin Meningitis


Nah untuk mengatasi masalah ini,Belgia,dengan gagah berani mengajukan diri untuk membuat vaksin meningitis,Vaksin Meningitis adalah vaksin yang disuntikkan kepada para jamaah haji yang hendak melaksanakan ibadah haji dengan tujuan mencegah penularan meningitis meningokokus antar jamaah haji.


Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang dikeluarkan lebih dulu ( membolehkan penggunaan vaksin meningitis dengan kandungan enzim babi ) akhirnya di runtuhkan.So,sekarang nggak perlu pusing kalo mau berangkat ke tanah suci,nggak perlu was – was barang haram ini ( enzim babi.red) masuk ke dalam tubuh kita.Karena meskipun hanya sebagai katalisator,toh tetep aja jadinya haram,kan ‘nyenggol’.Sekarang sih udah merdeka dari 'Babi',hehehehe.

”Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang
kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa.

Vaksin meningitis produksi NV & D yang mendapat sertifikat halal itu bermerek Menveo Meningococcal Group A, C, W-135, dan Y Cnnyugate Vaccine. Produk TY yang halal adalah Mevac ACYW135.

Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji mendapat vaksin meningitis ( radang selaput otak akibat bakteri ) Penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, hingga kematian.Ngeri juga ya,apalagi Arab Saudi adalah daerah yang termasuk endemik meningitis.


Selama ini jemaah haji Indonesia mendapat vaksin meningitis produksi Glaxo Smith Kline ( GSK ) asal Belgia yang terpapar zat mengandung babi dalam pembuatannya. Vaksin itu diberikan untuk situasi darurat karena belum diketahui vaksin meningitis yang tidak terpapar zat mengandung babi.
Tahun ini GSK mengajukan lagi produk Mencevax ACYW135 untuk sertifikasi halal, tetapi dari audit Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika ( LPPOM ) MUI mengatakan bahwa vaksin itu masih terpapar zat mengandung babi.

”Tetapi, media pertumbuhan vaksin produk GSK bersentuhan dengan zat yang mengandung babi,” kata Direktur LPPOM MUI Lukman Hakim.
Ma’ruf menegaskan, sertifikat halal itu berlaku dua tahun, tetapi LPPOM MUI tetap akan memantau proses produksi vaksin untuk menjamin kehalalan.Emang harus lebih waspada,karena bisa aja itu tipu daya Negara lain untuk mengambil keuntungan semata.Wallahu’alam.

Dari : berbagai sumber

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons